Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya menyatukan jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Sabang sampai Merauke? Meskipun bekerja di instansi yang berbeda—ada yang di puskesmas, kantor pajak, hingga sekolah—semua ASN kini memiliki satu “kompas moral” yang sama. Pada tanggal 27 Juli 2021, Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Core Values ASN yang dikenal dengan akronim BerAKHLAK.
BerAKHLAK bukan sekadar slogan keren untuk dipajang di dinding kantor atau dihafal saat ujian CPNS. Ini adalah fondasi transformasi budaya kerja birokrasi di Indonesia. Tujuannya jelas: agar ASN tidak lagi bekerja dengan mentalitas “minta dilayani”, melainkan benar-benar menjadi pelayan publik yang profesional. Mari kita bedah ketujuh nilai dasar ini dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
1. Berorientasi Pelayanan
Nilai pertama ini adalah ruh dari seorang ASN. Intinya adalah memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. ASN harus ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.
- Contoh Nyata: Saat ada warga yang bingung mengurus dokumen, Anda tidak melempar mereka ke sana-kemari, melainkan membantu menjelaskan prosedurnya dengan senyum dan sabar hingga urusan mereka selesai.
2. Akuntabel
Akuntabel berarti bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal waktu dan kewenangan. ASN harus melaksanakan tugas dengan jujur, disiplin, dan berintegritas tinggi.
- Contoh Nyata: Tidak menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik pribadi atau memastikan setiap rupiah anggaran kegiatan digunakan sesuai peruntukannya tanpa ada yang “diselipkan”.
3. Kompeten
Dunia berubah cepat, maka ASN harus terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Anda dituntut untuk meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah dan membantu orang lain belajar.
- Contoh Nyata: Anda bersemangat mengikuti pelatihan aplikasi baru atau membaca aturan terbaru tanpa harus dipaksa atasan, agar kualitas pekerjaan Anda tetap jempolan.
4. Harmonis
Indonesia itu beragam, maka ASN harus saling peduli dan menghargai perbedaan. Membangun lingkungan kerja yang kondusif sangat penting agar pelayanan publik tidak terganggu oleh konflik internal.
- Contoh Nyata: Anda tetap bersikap objektif dan membantu rekan kerja tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau golongannya. Menghargai setiap pendapat dalam rapat juga merupakan bentuk nilai harmonis.
5. Loyal
Loyal berarti berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. ASN harus menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara, serta menjaga rahasia jabatan.
- Contoh Nyata: Tetap bekerja profesional meskipun di hari libur jika ada urusan darurat kenegaraan, serta tidak membocorkan draf kebijakan rahasia ke media sosial sebelum resmi diumumkan.
6. Adaptif
ASN harus terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Kita tidak boleh kaku. Jika ada teknologi baru yang bisa mempercepat kerja, kita harus segera menyesuaikan diri.
- Contoh Nyata: Saat pandemi atau krisis terjadi, Anda cepat belajar menggunakan aplikasi rapat online dan tidak mengeluh saat prosedur kerja harus berubah dari manual menjadi digital.
7. Kolaboratif
Zaman sekarang bukan lagi era kompetisi, tapi era membangun kerja sama yang sinergis. ASN harus memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dan terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.
- Contoh Nyata: Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk program imunisasi di sekolah. Tidak ada lagi ego sektoral yang merasa “ini urusan saya, bukan urusan Anda”.
Mengapa BerAKHLAK Sangat Penting?
Tanpa nilai dasar yang seragam, birokrasi akan berjalan tanpa arah. Nilai BerAKHLAK berfungsi sebagai:
- Identitas Bersama: Menyatukan persepsi ASN di seluruh Indonesia.
- Standar Perilaku: Menjadi acuan bagaimana seorang ASN harus bersikap dalam situasi sulit sekalipun.
- Peningkat Citra: Jika seluruh ASN menerapkan nilai ini, citra birokrasi yang “lelet” dan “rumit” akan hilang, berganti dengan citra yang profesional dan terpercaya.
Dimulai dari Diri Sendiri
Menghafal akronim BerAKHLAK itu mudah, namun menghidupinya adalah tantangan yang sesungguhnya. Transformasi birokrasi tidak akan terjadi hanya karena ada aturan baru, melainkan karena ada perubahan perilaku dari setiap individu ASN.
Mari kita jadikan nilai BerAKHLAK sebagai bagian dari kepribadian kita. Saat Anda bekerja dengan semangat pelayanan, kejujuran, dan kemauan untuk terus belajar, Anda bukan hanya sedang menjalankan tugas kantor, tetapi Anda sedang berkontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia. Bangga melayani bangsa dengan nilai BerAKHLAK!



